Wednesday, September 29, 2010

Praktikum biokimia

PERCOBAAN IV

SIFAT DAN REAKSI MONOSAKARIDA DAN DISAKARIDA

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan : Mengidentifikasi jenis sakarida sesuai dengan jenis
reaksinya.
2. Hari, tanggal : Sabtu, 2 Mei 2009.
3. Tempat : Laboratorium Kimia FKIP Universitas Mataram.

B. LANDASAN TEORI
Monosakarida merupakan sakarida sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi unit lebih kecil walaupun dalam suasana yang lunak sekalipun. Monosakarida yang paling sederhana adalah gliseraldehida, suatu aldosa atau isomernya ialah dihidroksiaseton, suatu ketosa. Kedua senyawa tersebut merupakan suatu triosa karena mengandung tiga atom C. Jadi suatu monosakarida tidak hanya dapat dibedakan berdasarkan gugus fungsionalnya, tetapi juga dengan jumlah atom karbonnya (Purwo, 1993 : 32-42).

Molekul gliseraldehida memiliki 1 karbon asimetrik. Konfigurasi karbohidrat ditentukan sesuai dengan kedudukan atom C kedua dari ujung. Jadi, semua karbohidrat yang diturunkan dari bentuk D-gliseraldehida dengan penambahan rantai karbon, dinamakan D-sakarida. Sedangkan disakarida terdiri atas dua lingkar monosakarida. Ikatan yang menghubungkan monosakarida tersebut , disebut ikatan glikosida dan terbentuk dengan kondensasi gugus hidroksil atom karbon nomor 1 dari suatu monosakarida dengan gugus hidroksil dari salah satu nomor 2, 4, 6 atau karbon monosakarida lain. Bentuk dari disakarida yang umum, maltose terdiri atas 2 monosakarida glukosa dengan struktur

Dalam maltosa, jembatan oksigen terbentuk antara atom karbon nomor 1 dari satu unit D-glukosa dan atom karbon nomor 4 dari yang lainnya. Ikatan yang terbentuk disebut ikatan 1,4-glikosidik fruktosa dan glukosa yang dapat membentuk suatu disakarida sukrosa. Sedangkan laktosa yang terdapat dalam susu terbentuk dari β-D-galaktosa dan β-D-glukosa.

Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi, terutama dalam suasana basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Sifat mereduksi ini dapat disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Pereaksi Mollish terdiri atas larutan α dan naftol dalam alcohol. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan glukosa misalnya, kemudian secara hati-hati ditambahkan asam sulfat pekat, akan terbentuk dua lapisan zat cair. Pada batas antara kedua lapisan itu akan terjadi warna ungu karena reaksi ini tidak spesifik untuk karbohidrat, namun dapat digunakan sebagai reaksi pendahuluan dalam analisis kuantitatif karbohidrat. Hasil negatif merupakan suatu bukti bahwa tidak ada karbohidrat (Poedjiadi, 1994: 39-40).
Suatu disakarida adalah suatu karbohidrat yang tersusun dari dua satuan monosakarida yang dipersatukan oleh suatu hubungan glikosida dari karbon 1 dari satu satuan ke suatu OH satuan lain. Suatu cara ikatan yang lazim ialah suatu hubungan glikosida α atau β dari satuan pertama ke gugus 4-hidroksil dari satuan kedua. Dalam larutan air, ikatan glikosida ini tetap tak berubah. Ikatan ini tiada berada dalam kesetimbangan dengan anomernya. Tetapi satuan kanan dalam tiap struktur mengandung suatu gugus hemiasetal. Dalam larutan air, gugus khusus ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk aldehida rantai terbuka dan dengan anomer yang lain. Contohnya, sukrosa adalah suatu disakarida yang dapat dihidrolisis menjadi satu satuan glukosa dan satu satuan fruktosa yang disatukan oleh suatu ikatan glikosida (Fessenden, 1986: 318 dan 348).

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat-alat:
- Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Pipet tetes
- Gelas kimia
- Pemanas air
- Gelas ukur
- Sropwatch
- Buret
- Tiang statip
- Klem
2. Bahan-bahan:
- Larutan glukosa 5%
- Larutan fruktosa 5%
- Larutan arabinosa 5%
- Reagen Mollish
- H2SO4 pekat
- Reagen Selliwanoff
- Reagen Benedict
- Larutan Sukrosa
- Larutan Laktosa
- Larutan Maltosa

D. CARA KERJA
1. Monosakarida
a. Reaksi Mollish
- Dimasukkan 2 mL larutan glukosa 5% ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 3 tetes reagen Mollish.
- Dikocok hingga merata dan diamati.
- Ditambahkan 1 mL H2SO4 pekat secara perlahan-lahan melalui dinding tabung reaksi.
- Diamati perubahan yang terjadi dan dicatat.
b. Reaksi Selliwanoff
- Disediakan 3 tabung reaksi.
- Pada tabung I diisi 0,5 mL glukosa 5%, tabung II diisi 0,5 mL fruktosa 5%, dan tabung III diisi 0,5 mL arabinosa 5%.
- Ditambahkan 2 mL reagen Selliwanof ke dalam tiap tabung reaksi.
- Dipanaskan selama ± 2 menit kemudian diamati dan dicatat.

2. Disakarida
a. Tes Benedict
- Disediakan 3 tabung reaksi.
- Pada tabung I diisi 8 tetes maltosa, tabung II diisi 8 tetes laktosa, dan tabung III diisi 8 tetes sukrosa.
- Ke dalam masing-masing tabung ditambahkan 2 mL Benedict.
- Dipanaskan ± 5 menit kemudian diamati dan dicatat.

E. HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).

F. ANALISIS DATA
1. Monosakarida
a. Reaksi Mollish
Glukosa + reagen mollish senyawa kompleks (ungu)
b. Reaksi Selliwanoff
Glukosa senyawa kompleks

Fruktosa senyawa kompleks

Arabinosa senyawa kompleks


2. Disakarida
a. Test Benedict
Maltosa + CuO warna orange tua
reagen benedict

Laktosa + CuO warna orange tua
reagen benedict

Sukrosa + CuO warna orange muda
reagen benedict


G. PEMBAHASAN
Monosakarida dan disakarida memiliki beberapa sifat kimia spesifik yang berhubungan erat dengan gugus fungsi pada molekulnya, yaitu –OH, aldehida, dan keton. Baik monosakarida maupun disakarida sama-sama memiliki sifat mereduksi terutama dalam suasana basa, sebab memiliki gugus aldehida atau keton bebas. Adanya sifat mereduksi ini, dapat digunakan untuk identifikasi karbohidrat dan analisis kuantitatif.
Untuk identifikasi karbohidrat seperti yang dilakukan pada percobaan kali ini, digunakan beberapa pereaksi diantaranya reagen Mollish, Selliwanoff, dan Benedict. Penggunaan reagen Mollish bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya karbohidrat dalam suatu bahan, dimana jika suatu bahan yang mengandung karbohidrat ditambahkan reagen Mollish dan asam sulfat pekat maka akan terbentuk larutan berwarna ungu. Pada percobaan, glukosa yang ditambahkan reagen Mollish dan asam sulfat pekat ternyata membentuk larutan berwarna ungu. Timbulnya warna ungu ini disebabkan oleh reaksi kondensasi antara hidroksimetil furfural, yang merupakan hasil reaksi glukosa dengan asam sulfat pekat, dengan α-naftol, yang merupakan kandungan dari reagen Mollish. Reaksi ini bersifat tidak cukup spesifik, namun dapat digunakan untukmengetahui keberadaan karbohidrat.
Selanjutnya digunakan reagen Selliwanoff untuk membedakan antara glukosa, fruktosa, dan arabinosa. Ketika tiga jenis larutan tersebut ditambahkan reagen Selliwanoff, tidak terjadi perubahan warna sehingga warnanya tetap bening. Setelah dipanaskan, maka untuk glukosa dan arabinosa warnanya tetap bening sedangkan untuk fruktosa warnanya berubah menjadi merah muda. Hal ini terjadi karena reagen Selliwanoff, yang merupakan larutan resorsinol (1,3-dihidroksibenzena) dalam asam HCl, mampu mengubah fruktosa menjadi hidroksimetilfurfural yang kemudian akan bereaksi dengan resorsinol membentuk senyawa berwarna merah. Adanya sifat yang khas dari Selliwanoff untuk menunjukkan keberadaan gugus keton, menyebabkan reagen ini bereaksi positif hanya terhadap fruktosa bukan dengan yang lainnya (glukosa dan arabinosa).
Ada tidaknya sifat mereduksi pada disakarida, dalam hal ini adalah maltosa, laktosa, dan sukrosa, dapat diketahui dengan menggunakan reagen Benedict yaitu suatu larutan yang mengandung kuprisulfat, natrium karbonat, dan natrium sulfat. Suatu sakarida yang memiliki gugus aldehida atau keton bebas dapat mereduksi Cu2+ dalam benedict menjadi Cu+ sehingga terjadi perubahan warna larutan dari biru menjadi merah. Jika dilihat dari ikatan glikosidiknya, maka diketahui bahwa maltosa dan laktosa adalah gula pereduksi sebab masih memiliki gugus aldehida bebas sedangkan sukrosa bukan gula pereduksi karena gugus aldehida dan ketonnya digunakan untuk berikatan glikosidik. Namun berdasarkan hasil percobaan, ternyata sukrosa yang telah ditambahkan benedict dan dipanaskan, berubah warna dari biru menjadi orange muda mirip dengan maltosa dan laktosa yang warnanya berubah dari biru menjadi orange tua. Hal ini dimungkinkan karena adanya kesalahan atau kekurangtelitian pada saat praktikum.


H. SIMPULAN DAN SARAN
1. Simpulan
Berdasarkan tujuan, hasil pengamatan, dan uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
- Reagen Mollish digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat secara kualitatif.
- Reagen Selliwanoff digunakan untuk mengidentifikasi gugus keton pada fruktosa.
- Reagen Benedict digunakan untuk mengetahui adanya sifat mereduksi pada disakarida.
- Maltosa dan laktosa merupakan gula pereduksi, sedangkan sukrosa tidak sebab tidak mampu mereduksi Cu2+ menjadi Cu+.
- Adanya gugus aldehida dan keton bebas yang dimiliki oleh monosakarida dan disakarida, kecuali sukrosa, menyebabkannya memiliki sifat mereduksi.
- Adanya kesalahan disebabkan oleh kekurangtelitian dalam melakukan percobaan.

2. Saran
-

DAFTAR PUSTAKA

Fessenden dan Fessenden. Kimia Organik jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: UI Press.

Purwo, Arbianto. 1993. Biokimia Konsep-konsep Dasar. Bandung: Kimia Farma-ITB.





PERCOBAAN V

IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan : Mengidentifikasi jenis sakarida yang terkandung
dalam bahan.
2. Hari, tanggal : Sabtu, 2 Mei 2009.
3. Tempat : Laboratorium Kimia FKIP Universitas Mataram.

B. LANDASAN TEORI
Karbohidrat merupakan jenis biomolekul yang paling banyak ditemukan di alam. Karbohidrat sering pula disebut sakar, terbentuk pada proses fotosintesis sehingga merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan CO2, hidrogen, oksigen dan energi matahari ke dalam bentuk hayati. Konversi energi matahari menjadi energi kimiawi dan biomolekul menjadikan karbohidrat sebagai sumber energi utama bagi energi metabolism untuk organisme hidup. Karbohidrat yang juga merupakan komponen dari unsur-unsur struktur sel dan merupakan bagian dari asam nukleat. Karbohidrat dengan demikian mempunyai macam kegunaan finansial. Karbohidrat didefinisikan sebagai polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton dan turunannya. Karbohidrat dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu monosakarida, oligosakarida dan polisakarida (Purwo, 1993: 32).
Molekul karbohidrat terdiri atas atom karbon,hidrogen, dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1 seperti pada molekul air. Sebagai contoh molekul glukosa mempunyai rumus kimia C6H12O6. Sedangkan rumus kimia sukrosa adalah C12H22O11. Pada glukosa tampak bahwa jumlah atom hidrogen berbanding jumlah atom oksigen ialah 12:6 atau 2:1. Sedangkan pada sukrosa 22:11 atau 2:1. Dengan demikian dapat disimpulkan adanya air dalam karbohidrat. Karena hal inilah maka dipakai kata karbohidrat yang berasal dari kata karbon dan “hidrat” atau air. Kalaupun pada kenyataannya senyawa karbohidrat tidak mengandung molekul air, namun kata karbohidrat tetap digunakan disamping nama lain, yaitu sakarida. Ada beberapa senyawa yang memiliki rumus empiris seperti karbohidrat, tetapi bukan karbohidrat, misalnya C2H4O2 adalah asam asetat atau hidroksiasetaldehida. Sedangkan formaldehida mempunyai rumus CH2O atau lazim ditulis HCHO. Dengan demikian senyawa karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang paling penting adalah rumus strukturnya. Karbohidrat yang berasal dari makanan dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolism. Energi yang terkandung dalam karbohidrat pada dasarnya berasal dari energi matahari. Karbohidrat tidak hanya sebagai amilum atau pati saja, tetapi terdapat pula sebagai gula. Misalnya dalam buah-buahan, dalam madu lebah. Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1 seperti pada molekul air. Karbohidrat adalah komponen dalam makanan yang merupakan sumber energi yang utama bagi organisme hidup. Tumbuhan merupakan gudang yang menyimpan karbohidrat dalam bentuk amilum dan selulosa. Disamping dalam tumbuhan, dalam tubuh hewan dan manusia juga terdapat karbohidrat yang merupakan sumber energi yaitu glikogen. Adapun hasil akhir dari proses pencernaan karbohidrat adalah glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa, serta monosakarida lainnya (Poedjiadi, 1994: 10 dan 247).
Monosakarida adalah karbohidrat yang biasanya memiliki 3 sampai 9 atom C. Sambungan 2 monosakarida atau lebih melalui jembatan oksigen menjadikannya oligosakarida (biasanya 2-10 satuan monosakarida dan polisakarida), Glukosa adalah gula yang mempunyai 6 atom C dengan isomer D-fruktosa digolongkan sebagai ketoheksosa. Adapun struktur dari glukosa (Stanley, 1988: 810-812):

Glukosa merupakan senyawa organic yang paling banyak terdapat di alam. Glukosa adalah disakarida yang tediri dari dua monosakarida yaitu D-glukosa dan D-fruktosa yang terikat menjadi satu, dimana dapat ditemukan dalam gula bit dan gula tebu.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat-alat:
- Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Pipet tetes
- Gelas ukur
- Gelas kimia
- Pemanas listrik
- Stopwatch
2. Bahan-bahan:
- Larutan Iod
- Reagen Benedict
- Reagen Selliwanoff
- Jus tomat
- Jus pisang
- Jus apel
- Jus jeruk
- Aquadest
D. CARA KERJA
1. Tes Iod
- Disediakan 4 tabung reaksi. Pada tabung I diisi 1 mL jus tomat, tabung II diisi 1 mL jus pisang, tabung III diisi 1 mL jus apel, dan tabung IV diisi 1 mL jus jeruk.
- Pada masing-masing tabung ditambahkan 2-3 tetes larutan iod.
- Diamati perubahan warnanya dan hasil yang positif diberi tanda/label.

2. Tes Benedict
- Untuk hasil yang negatif, diambil lagi masing-masing 1 mL jus buah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
- Ditambahkan ke dalam tabung reaksi tersebut masing-masing 2 mL reagen benedict.
- Dipanaskan beberapa saat kemudian diamati perubahan (warna) yang terjadi.

3. Tes Selliwanoff
- Diambil lagi masing-masing 1 mL jus buah yang memiliki hasil negatif pada tes iod kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
- Ditambahkan 2 mL reagen selliwanoff ke dalam masing-masing tabung reaksi.
- Dipanaskan selama 30 menit dan diamati perubahan (warna) yang terjadi serta dicatat.

E. HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).


F. ANALISIS DATA
1. Tes Iod
Tomat + iod warna hijau tua
Pisang + iod warna biru keunguan (hasil positif)
Apel + iod warna merah bata
Jeruk + iod warna cokelat kekuningan

2. Tes Benedict
Tomat + benedict orange
Apel + benedict merah bata (hasil positif)
Jeruk + benedict kuning pekat

3. Tes Selliwanoff
Tomat + selliwanoff merah, seratnya turun (-)
Apel + selliwanoff merah bata (+)
Jeruk + selliwanoff merah bata + endapan (+)


G. PEMBAHASAN
Tumbuhan merupakan gudang tempat penyimpanan karbohidrat dalam bentuk amilum dan selulosa, namun ada pula yang dalam bentuk fruktosa dan sukrosa yaitu pada buah-buahan dimana keduanya dapat diketahui dengan perbedaan rasa manisnya. Untuk mengidentifikasi jenis karbohidrat yang terdapat dalam buah-buahan, dapat digunakan beberapa pereaksi/reagen spesifik terhadap karbohidrat seperti pereaksi iod, reagen Benedict, dan reagen Selliwanoff. Adapun buah-buahan yang akan diidentifikasi pada percobaan kali ini adalah tomat, pisang, apel, dan jeruk.
Pada identifikasi awal digunakan pereaksi iod untuk menentukan jenis karbohidrat yang terdapat pada keempat buah-buahan tersebut, dimana jika ekstrak dari buah-buahan tersebut menghasilkan perubahan warna menjadi ungu setelah penambahan pereaksi iod, maka buah-buahan tersebut mengandung amilum. Berdasarkan percobaan, ekstrak dari pisang menghasilkan reaksi positif terhadap pereaksi iod, sehingga dapat dikatakan bahwa pisang mengandung amilum. Adanya warna biru/ungu yang ditimbulkan tersebut merupakan warna senyawa yang dibentuk oleh molekul amilosa yang merupakan jenis amilum, dimana amilum itu sendiri merupakan polisakarida.
Ketiga ekstrak buah-buahan yang tidak menghasilkan reaksi positif dengan iod, yaitu tomat, apel, dan jeruk, selanjutnya direaksikan dengan reagen Benedict. Perubahan warna yang dihasilkan yaitu untuk tomat menjadi orange, apel menjadi merah bata, dan untuk jeruk menjadi kuning pekat. Dengan perubahan warna tersebut dapat dikatakan bahwa ketiga buah-buahan tersebut terdapat monosakarida glukosa yang merupakan gula pereduksi. Perbedaan warna yang dihasilkan dari ketiga sampel tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan konsentrasi glukosa dalam tomat, apel, dan jeruk.
Selanjutnya digunakan pereaksi Selliwanoff untuk mengidentifikasi kandungan fruktosa pada ketiga ektrak buah-buahan (tomat, apel, dan jeruk), dimana jika suatu sampel mengandung fruktosa maka setelah penambahan Selliwanoff akan terjadi perubahan warna menjadi merah bata dan ada endapan. Berdasarkan hasil percobaan ternyata jeruk dan apel memberikan reaksi positif terhadap Selliwanoff dimana untuk jeruk menghasilkan perubahan warna menjadi merah bata dan terdapat endapan, serta untuk apel terjadi perubahan warna menjadi merah bata. Sedangkan untuk tomat dihasilkan perubahan warna menjadi merah encer disertai dengan turunnya serat, sehingga dapat dikatakan bahwa tomat tidak mengandung fruktosa.

H. SIMPULAN DAN SARAN
1. Simpulan
Berdasarkan tujuan, hasil pengamatan, dan uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
- Identifikasi karbohidrat dalam sampel (buah-buahan) digunakan pereaksi iod, Benedict, dan Selliwanoff.
- Pereaksi iod digunakan untuk mengidentifikasi jenis karbohidrat (amilum) dalam sampel.
- Pereaksi Benedict digunakan untuk mengidentifikasi sifat gula pereduksi dalam sampel.
- Pereaksi Selliwanoff digunakan untuk mengidentifikasi kandungan fruktosa dalam sampel.
- Pisang mengandung amilum sebab ekstrak pisang bereaksi positif terhadap iod.
- Tomat, apel, dan jeruk memiliki sifat mereduksi dengan konsentrasi yang berbeda.
- Apel dan jeruk juga mengandung fruktosa sebab menghasilkan senyawa berwarna merah bata, sedangkan tomat tidak.

2. Saran
-
DAFTAR PUSTAKA

Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.

Purwo, Arbianto. 1993. Biokimia Konsep-konsep Dasar. Bandung: Kimia Farma-ITB.

Stanley, Pine. 1988. Kimia Organik jilid 2. Bandung: ITB.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA
SIFAT DAN REAKSI MONOSAKARIDA DAN DISAKARIDA






Oleh
Nama : Hilyatul Jannah
NIM : E1M006012
Prodi : Pendidikan Kimia

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2009
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA
IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

SI KUNING

BAHAYA MAKAN BUAH NANAS

Mungkin kita semua pernah dan suka memakan buah nanas yang memang rasanya enak dan menyegarkan. Tapi diantara kita mungkin pernah merasakan luka setelah kita memakan buah nanas yang berlebihan. Ternyata ada komponen yang terdapat dalam buah nanas tersebut yang dapat menyebabkan luka pada mulut kita.Buah nanas merupakan buah yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Salah satu komponen yang terdapat dalam nanas adalah enzim bromelain. Enzim ini merupakan salah satu enzim protease yang dapat menghidrolisa protein. Walaupun hampir semua buah-buahan mengandung enzim protease tetapi kadar enzim ini dalam buah nanas lebih tinggi dibandingkan buah lain sehingga dapat memberikan pengaruh pada yang mengkonsumsinya. Sehingga, ikatan protein pada mulut kita juga dapat rusak oleh enzim ini. Salah satu bukti yang mungkin dapat kita lihat adanya pengaruh enzim ini adalah pada proses pembentukan jelly. Pada proses pembentukan jelly dari gelatin, kita dapat masukkan potongan buah nanas segar pada proses pendinginan. Setelah beberapa lama, yang seharusnya jelly terbentuk dengan adanya buah nanas ini, ternyata jelly tidak akan kenyal atau terbentuk sempurna melainkan akan hancur. Hal ini karena pada jelly terdapat ikatan protein dari gelatin dan ikatan ini terdekomposisi oleh adanya enzim bromelain dalam nanas. Contoh yang menarik juga kita lihat pada buah nanas itu sendiri. Kita sering melihat ulat pada buah jambu, jeruk atau buah lain. Apakah diantara kita yang pernah melihat ulat atau serangga yang masuk pada buah nanas?.
Jawabannya tidak pernah. Salah satu penyebab mengapa ulat tidak dapat hidup dalam buah nanas adalah kandungan enzim bromelain ini dapat merusak jaringan protein ulat tersebut.
Sumber: www.thenakedscientist.com

LANGIT BIRU

MENGAPA LANGIT BERWARNA BIRU ?
Saat cuaca cerah di siang hari, kita akan lihat langit berwarna biru. Namun pada sore hari, langit akan berwarna kuning kemerahan. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui penyebabnya. Penyebab warna langit ternyata tidak lepas dari pengaruh atmosfir bumi kita ini. Molekul-molekul gas seperti nitrogen, oksigen, argon dan uap air menyebabkan cahaya matahari yang terdiri dari variasi panjang geleombang terabsorbsi. Cahaya yang terabsorbsi ini akan teradiasikan sehingga menghasilkan spektrum warna. Walaupun seluruh panjang gelombang dari cahaya matahari ini terabsorbsi, namun warna biru yang memiliki panjang gelombang yang rendah akan terabsorsi lebih banyak dibandingkan warna merah sehingga warna biru ini dominan terlihat oleh mata. Proses ini dinamakan Rayleigh scattering.
Rayleigh menjelaskan bahwa cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih kecil akan memiliki intensitas perpendaran yang lebih besar. Karena warna biru memiliki penjang gelombang yang kecil sehingga warna biru akan dominan di langit. Selain itu, perpendaran warna ini juga dipengaruhi oleh jarak sumber cahaya dengan pengamat sehingga pada saat sunset, jarak sumber cahaya akan lebih jauh dan menyebabkan perpendaran efek Rayleigh scattering oleh warna biru ini berkurang. Proses ini dapat terlihat jelas saat matahari terbenam, dimana warna merah akan dominan di garis horizon.

isa_gagah@yahoo.com

Penyimpangan prilaku remaja

Penyimpangan Perilaku Remaja
I. Latar Belakang
Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang sangat kritis yang mungkin dapat merupakan the best of time and the worst of time.

Kita menemukan berbagai tafsiran dari para ahli tentang masa remaja :
• Freud menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa mencari hidup seksual yang mempunyai bentuk yang definitif. Charlotte Buhler menafsirkan masa remaja sebagai masa kebutuhan isi-mengisi. Spranger memberikan tafsiran masa remaja sebagai masa pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan yang fundamental.
• Hofmann menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu.
• G. Stanley Hall menafsirkan masa remaja sebagai masa storm and drang (badai dan topan).
Para ahli umumnya sepakat bahwa rentangan masa remaja berlangsung dari usia 11-13 tahun sampai dengan 18-20 tahun. Pada rentangan periode ini terdapat beberapa indikator perbedaan yang signifikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karena itu, para ahli mengklasikasikan masa remaja ini ke dalam dua bagian yaitu:
• remaja awal (11-13 th s.d. 14-15 th)
• remaja akhir (14-16 th s.d.18-20 th).
Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal.

II. Tujuan
Adapun tujuan dalam penyusunan tugas ini yaitu :
1. untuk mengetahui berbagai pemyimpangan yang dilakukan oleh remaja
2. untuk mengetahui arah perkembangan remaja
3. sebagai cermin bagi penyusun atau pembaca untuk menghindarkan diri dari penyimpangan-penyimpangan perilaku


III. Data
Beberapa penyimpangan perilaku yang terjadi pada remaja antara lain:
1. Sebagian besar remaja merokok
2. Remaja (wanita) keluar rumah dengan pakaian mini
3. Penyalahgunaan teknologi

IV. Analisis Data
1. Sebagian besar remaja merokok
Dari data statistik yang dikeluarkan oleh WHO, diketahui bahwa Indoesia sebagai negara menjadi konsumen rokok peringkat 3 setelah beberapa negara lainnya. Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja :
• Pria = 24.1% anak/remaja pria
• Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
• Atau 13.5% anak/remaja Indonesia
Dalam hal ini tindakan merokok merupakan tindakan merusak kesehatan sendiri, begitu juga tabungan dan penghasilan kita. Menghirup racun rokok secara kontinyu, tidaklah jauh berbeda dengan menghirup bakteri-bakteri penyakit. Ekstimnya, tindakan merokok hampir serupa dengan menghirup flu babi, yakni mencari penyakit yang akan membawa kematian lebih tragis. Dan jika tidak ada pencegahan yang serius dalam menghambat pertumbuhan rokok, maka setidaknya 8 juta orang akan meninggal akibat rokok pada tahun 2030. Dan abad 21 ini, akan ada 1 miliar orang meninggal akibat penyakit disebabkan rokok andai saja tidak ada usaha mencegah pertumbuhan rokok. Jika kita melihat secara mendalam, maka rokok tidak jauh berbeda dengan candu atau esktrimnya adalah narkoba. Demi rokok, seorang (remaja) rela mengurangi jatah makanan yang bergizi bagi dirinya. Bahkan ia menghabiskan uang rokok yang jauh lebih besar daripada biaya kepentingan hidup lainnya. Dan akhirnya masa depan terutama bagi remaja akan sangat buram.
2. Remaja (wanita) keluar rumah dengan pakaian mini
Media informasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan khususnya dikalangan remaja, akan tetapi ironisnya informasi yang disenangi kalangan remaja adalah informasi yang berbau hal-hal negatif yang disertai dengan tidak adanya filterisasi atas informasi itu sendiri, baik informasi yang berbentuk bacaan, tayangan, audio visual, internet dan sebagainya.

Remaja cendrung mengadopsi budaya Barat. Sedangkan mereka tidak sadar bahwa di balik itu mereka dimanfaatkan oleh negara lain untuk merusak moral manusia khususnya remaja Indonesia. Ironisnya, ketika remaja ditanyakan kehidupan dan kebiasaannya, mereka punya alasan simple dengan mengatakan anak gaul, funky, modern dan alasan-alasan lain yang tidak sejalan dengan kultur, etika, dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Proses sosialisasi diri yang berjalan tidak sempurna ini dapat membentuk kepribadian yang menyimpang. Telah kita ketahui bersama bahwa remaja yang mencari identitas dirinya akan melakukan apa saja demi sesuatu yang belum ia ketahui. Rasa keingintahuan yang besar dan sikap yang selalu menelan mentah-mentah apa yang ia temui dalam bersosialisasi inilah yang membuat ia melakukan tindakan yang menyimpang.


3. Penyalahgunaan teknologi
Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). Kalau dahulu kita mengenal kata pepatah “dunia tak selebar daun kelor”, sekarang pepatah itu selayaknya berganti; dunia saat ini selebar daun kelor, karena cepatnya akses informasi di berbagai belahan dunia membuat dunia ini seolah semakin sempit dikarenakan kita dapat melihat apa yang terjadi di Amerika misalnya, meskipun kita berada di Indonesia.
Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Saat ini, dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya masyarakat pedesaan dengan segala image yang menjadi ciri khas mereka.
Contoh kecil, dengan sebuah Hp yang sesungguhnya sebagai a;at komunikasi, akan memudahkan anak/remaja berkomunikasi dengan orang tua maupun teman sebaya. Akan tetapi, dibalik itu tanpa pengawasan dari orang tua hal tersebut menjadi boomerang ketika ternyata HP tersebut disalah gunakan oleh anak untuk hal-hal yang negatif seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno dan juga di gunakan sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti pacaran, sehingga dengan HP tersebut berdampak negatif pada anak seperti terjadinya pergaulan bebas, seks di luar nikah dan menurunnya prestasi belajar bahkan juga bisa terjadi pencurian (anak mengambil uang ataupun barang berharga milik orang tuanya tanpa izin hanya untuk membeli pulsa)
Selain HP, kemajuan teknologi juga di tandai dengan masuknya akses internet, internet saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Lewat internet, mereka bisa mengakses segala informasi dari seluruh dunia. Tentu tak semua informasi yang disajikan adalah informasi yang layak di akses oleh remaja. Karena terkadang lewat internet mereka dapat dengan bebas menyaksikan segala hal yang berbau pornografi dan pornoaksi yang memang dapat di akses dengan mudah di dunia internet.

V. Rumusan Problematika
1. Kurang berpikir proporsional
Remaja, bila cara berpikirnya tidak proporsional, maka perbuatannya cenderung mengarah pada hal-hal yang negatif dan mudah terpengaruh. Akibatnya, banyak remaja yang melakukan banyak penyimpangan dengan alasan banyak mengekor pada temannya atau hanya sebatas happy fun saja.

2. Lemahnya pemahaman dan aplikasi norma
Remaja adalah salah satu elemen penting yang menjadi sasaran Barat dalam upaya konspirasi mereka terhadap berbagai negara khususnya Indonesia. Oleh karena itu remaja harus dituntut untuk mendalami ajaran agamanya secara komprehensif. Apabila setiap remaja mengetahui dan memahami ajaran agamanya serta norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, maka mereka akan dapat membedakan hal baik dan buruk sehingga dapat mencegah diri dari semua itu..


3. Vulgaritas media informasi dan minim filter
Informasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan khususnya dikalangan remaja akan tetapi ironisnya informasi yang disenangi kalangan remaja adalah informasi yang berbau hal-hal negatif yang disertai dengan tidak adanya filterisasi atas informasi itu sendiri, baik informasi yang berbentuk bacaan, tayangan, audio visual, internet dan sebagainya.

4. Kesukaan mengekor budaya Barat
Remaja cendrung mengadopsi budaya Barat. Sedangkan mereka tidak sadar akibat yang akan ditanggung ke depannya. Ironisnya, ketika remaja ditanyakan kehidupan dan kebiasaannya, mereka punya alasan simple dengan mengatakan anak gaul, funky, modern dan alasan-alasan lain yang tidak sejalan dengan kultur, etika, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

RPP KIMIA XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. IDENTITAS
Sekolah : SMA/MA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI (sebelas) / 1 (satu)

B. ALOKASI WAKTU
1 x pertemuan : 2 x 45 menit

C. STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
D. KOMPETENSI DASAR
3.5. Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari – hari dan industri

E. INDIKATOR
• Menjelaskan aplikasi kesetimbangan dalam industri
• Menjelaskan proses pembuatan bahan-bahan kimia dalam industri
• Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan.

F. TUJUAN PEMBELAJARAN
• Menjelaskan contoh penerapan kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari – hari dan industri.
• Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan – bahan kimia di industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan.
• Menjelaskan proses pembuatan ammonia
• Menjelaskan proses pembuatan asam sulfat
• Menjelaskan proses pembuatan asam nitrat
• Dapat menuliskan contoh persamaan reaksi kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri

G. MATERI POKOK
• Penerapan Kesetimbangan Kimia
Konsep suatu reaksi kesetimbangan yang dicapai jika dua proses yang berlawanan terjadi dengan laju yang sama. Saat mendekati keadaan kesetimbangan, kecepatan reaksi ke kanan dan kekiri akan sama sehingga tidak terjadi lagi perubahan konsentrasi dari reaktan atau produk. Tanpa kita sadari, reaksi kesetimbangan terjadi dalam tubuh kita . Selain itu kesetimbangan kimia dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi dalam berbagai industri yang melibatkan reaksi kimia.

1. Kesetimbangan kimia dalam tubuh manusia.
- pH darah dan jaringan tubuh
- Metabolisme CO dalam tubuh
- Kesetimbangan dalam mulut.


2. Kesetimbangan kimia dalam industri
- Tangki penyimpanan hidrogen cair.
- Kolam renang dan bak penampungan air.
- Industri asam sulfat.
- Industri asam nitrat.
- Industri amonia.




H. METODE PEMBELAJARAN
- Cooperative Script

I. SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
• Buku Kimia SMA
• LKS

J. LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Rincian Waktu
Guru Siswa
Kegiatan Awal
( Apersepsi ) - Salam pembuka



- siswa menyimak pemaparan guru

10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Motivasi
• Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran
• Guru mereview materi sebelumnya tentang reaksi kesetimbangan dan mengkaitkannya dengan materi yang akan dipelajari

Kegiatan Inti - Guru membagi siswa
untuk berpasangan.
- Siswa memperhatikan pengarahan guru





- Siswa membuat ringkasan yang terkait penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari – hari dan industri



- Pasangan siswa saling bertukar peran untuk menyampaikan hasil ringkasannya ( ada yang jadi penyamapai hasil ringkasan dan ada yang mendengarkan)



- Siswa mencatat hasil diskusi tambahan

70 menit
- Guru membagikan wacana / materi tentang kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari dan industri kepada siswa untuk dibaca dan membuat ringkas
- Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar..
- Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya..
- Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta melakukan kegiatan seperti di atas.
- Guru menambahkan materi penerapan prinsip kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari – hari dan industri dari hasil diskusi.
Kegiatan Akhir - Penarikan kesimpulan secara bersama tentang materi yang didiskusikan.
- Siswa membuat kesimpulan tentang penerapan prinsip kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari – hari

- Siswa memeprhatikan tugas yang diberikan.
10 menit
- Pemberian tugas rumah kepada siswa tentang materi yang baru saja dipelajari
- Mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya.





K. PENILAIAN
 Afektif ( sikap dalam kegiatan pembelajaran dan kektifan saat diskusi kelapembelajaran)
 Kognitif (Tugas individu, tugas kelompok, dan tes tertulis)




Mengetahui , ................, .....................
Kepala Sekolah Guru Kimia


(___________________) (___________________)
NIP. ................................ NIP. ................................

















MATERI PEMBELAJARAN

Bacalah ringkasan materi mengenai aplikasi prinsip kesetimbangan kimia berikut dan lakukan diskusi kelompok.

Kesetimbangan kimia merupakan suatu kondisi stabil dimana kecepatan reaksi ke kanan dan kekiri sama sehingga praktis tidak terjadi lagi perubahan konsentrasi dari reaktan atau produk. Tanpa kita sadari , reaksi kesetimbngan terjadi dalam tubuh kita. Selain itu, prinsip kesetimbangan kimia dalam berbagai industri yang melibatkan reaksi kimia dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi dengan mengatur kondisi reaaksi sedemikian sehingga menggeser kesetimbangan kearah produk dan meminimalkan reaksi balik.

1. Kesetimbangan Kimia dalam Tubuh manusia.
a.) pH darah dan jaringan Tubuh
Darah dan jaringan tubuh kita memiliki pH sekitar 7,4. Dalam darah dan jaringan tubuh akan terjadi reaksi kesetimbangan antara asam karbonat dalam darah dengan ion hidrogen karbonat dan ion hidrogen. Dengan reaksi :



Jika kita mengonsumsi makanan yang bersifata asam, konsentrasi ion hidrogen bertambah( darah bersifat asam) sehingga reaksi kesetimbangan bergeser ke kiri. Sebaliknya jika kita mengonsumsi makanan yang bersifat basa, konsentrasi ion hidrogen berkurang( darah bersifat basa), sehingga reaksi kesetimbangan bergeser ke kanan.




b.) Metabolisme CO dalam tubuh.
Ketika oksigen diangkut ke dari paru – paru ke dalam jaringan tubuh. Pada saat yang sama karbon dioksida yang dihasilkan oleh respirasi sel diangkut dari jaringan tubh ke paru – paru. Dalam jaringan tubuh, karbon dioksida yang konsentrasinya relatif tinggi melarut dalam darah bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Dengan demikian reaksi bergeser ke arah kanan.



Sebaliknya dalam paru – paru konsentrasi karbon dioksida relatif rendahsehingga karbon dioksida dikeluarkan dari darah ke udara. Oleh karena itu reaksi bergeser ke kiri.

c.) Kesetimbangan dalam mulut
Reaksi kesetimbangan juga terjadi dalam mulut. Email gigi mengandung senyawa kalsim hidroksiapatit Ca (PO ) OH. Di dalam mulut zat itu akan mengalami reaksi kesetinbangan sbb :



Reaksi kesetimbangan yang terjadi akan mengalami pergeseran jika kita mengkonssumsi makanan yang mnegandung asam. Makanan asam mengandung ion H+, sehingga ion teresebut akan mengikat ion PO dan OH . Akibatnya reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan (Ca (PO ) OH) yang berkurang. Pergeseran reaksi teresebut menyebabkan lapisan email menjsi kiropos sehingga timbul sakit gigi.

2.Kesetimbangan kimia dalam industri .
Prinsip utama dalam industri adalah bagaimana cara menghasilkan produk (hasil reaksi ) seoptimal mungkin. Hal tersebut dapat dicapai dengan memodifikasi reaksi kimia yang terjadi.

2.1. Tangki Penyimpanan hirogen cair
Hidrogen cair merupakan salah satu bahan bakar alternative yang kini mulai digunakan. Salah satu masalah dalam penyimpanan bahan bakar hydrogen untuk kendaraan bermotor dapat diatasi dengan pembentukan hidrida. Menurut penelitian, beberapa logam dapat menyimpanhidrogen cair 50 % lebih banyak dari wadah yang biasa digunakan untuk menyimpan hydrogen cair. Dengan memberikan tekanan, hydrogen membentuk hidrida dengan serbuk logam.



Jika hydrogen digunakan, tekanan akan berkurang sehingga reaksi akan bergeser kekiri(menghasilkan hydrogen ).



2.2. Kolam Renang dan Bak Penampungan Air
Untuk mencegah pertumbuhan alga dan bakteri dalam kolam renang atau bak penampungan air, ke dalam kolam atau bk biasanya ditambahkan asam hipoklorit (HClO). Sinar matahari dapat mempercepat penguraian HClO. Untuk memperlambat penguraian HClO, ke dalam kolam renang ditambahkan asam sianurat karena asam trikloro siaurat tidak terurai oleh sinar matahari.




Jika asam hipoklorit terurai atau mengoksidasi alga atau bakteri , reaksi akan bergeser kea rah kiri ( pembentukan asam hipoklorit ). Dengan demikian, penggunaan asam hipoklorit dapat dihemat sekaligus mengurangi biaya produksi.

2.3. Industri Asam Sulfat
Asam sulfat merupakan salah satu bahan kimia yang banyak digunakan, baik di labolatorium maupun industri. Penggunaan asam sulfat di industri terutama sebagai bahan baku pembuatan pupuk, diantaranya pupuk superposfat dan ammonium sulfat. Asam sulft juga digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan asam klorida, asam nitrat, garam sulfat, detergen, zat pewarna, bom dan obat – obatan.
Bahan baku utama pembuatan asam sulfat melalui proses kontak adalah belerang trioksida, pada suh 500 C dan katalis V O . Reaksinya dapat diringkas sebagai berikut :
3. Belerang dibakar dengan udara membentuk belerang dioksida.
S(s) + O (g) ⇋SO (g)
4. Belerang dioksida lebih lanjut menjadi belerang trioksida.
2SO (g) + O (g) ⇋ 2SO (g) △H= -98 kJ
5. Belerang trioksida dilarutkan dalam asam sulfat membentuk asam pirosulfat.
SO (g) + H SO (l) ⇋ H S O ( ℓ )
6. Asam pirosulfat direaksikan dengan air membentuk asam sulfat.
H S O (ℓ) + H O(ℓ ) ⇋ 2H SO ( ℓ )

2.4. Industri Amonia
Proses industri pembuatan amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah :
N2(g) + 3H2(g) ⇄ 2NH3(g) ∆H = -92,4Kj Pada 25oC : Kp = 6,2×105
Kondisi optimum pembuatan amonia (NH3) dapat digambarkan pada tabel berikut :
No Faktor Reaksi : N2(g) + 3H2(g) ⇄ 2NH3(g) ∆H= -924 kJ Kondisi Optimum
1. Suhu 1. Reaksi bersifat eksoterm
2. Suhu rendah akan menggeser kesetimbangan kekanan.
3. Kendala:Reaksi berjalan lambat 400-600oC
2. Tekanan 1. Jumlah mol pereaksi lebih besar dibanding dengan jumlah mol produk.
2. Memperbesar tekanan akan menggeser kesetimbangan kekanan.
3. Kendala Tekanan sistem dibatasi oleh kemampuan alat dan faktor keselamatan. 150-300 atm
3. Konsentrasi Pengambilan NH3 secara terus menerus akan menggeser kesetimbangan kearah kanan _
4. Katalis Katalis tidak menggeser kesetimbangan kekanan, tetapi mempercepat laju reaksi secara keseluruhan Fe dengan campuran Al2O3 KOH dan garam lainnya
Dewasa ini, seiring dengan kemajuan teknologi, digunakan tekanan yang jauh lebih besar, bahkan mencapai 700 atm. Untuk mengurangi reaksi balik, maka amonia yang terbentuk segera dipisahkan.

2.5. Industri Asam Nitrat
Asam Nitrat digunakan dalam pembuatan pupk ammonium nitrat, bahan peledak seperti nitrogliserin dan trinitrotoluene (TNT) , industri zat warna, dan metalurgi. Asam nitrat dapat dibuat dengan cara mereaksikan NO dengan air. Metode yang biasa digunakan adalah proses Ostwald yang terdiri atas tiga tahapan reaksi. Tahap – tahap reaksi tersebut merupakan reaksi kesetimbangan.
Tahap 1. Oksidasi amonia
Biasanya pembuatan asam nitrat satu paket dengan pembuatan amonia karena sebagian amonia yang dihasilkan dioksidasi untuk menghasilkan gas nitrogen monoksida. Pada reaksi ini suhu reaksi sekitar 900 C dan digunakan katalis platina dan renium.



Untuk menghasilkan gas NO optimum, suhu reaksi diturunkn dan tekanan diperbesar.
Tahap 2. Oksidasi gas NO
Gas NO yang terbentuk selanjutnya dicampurkan dengan udara agar dapat bereaksi dengan oksigen.



Untuk menghasilkan gas NO optimum, suhu reaksi diturunkan dan tekanan diperbesar
Tahap 3. Pembentukan HNO
Pada tahap akhir ini, gas NO direaksikan dengan air menghasilkan asam nitrat dan gas NO.